Yin&Yang : Filosofi Kuno Dari Timur Mengenai Prinsip Keharmonisan

Konon asal mula Yin dan Yang dalam legenda Tiongkok kuno “mitologi Dinasti Yin dan Dinasti Zhou”, makna Yin-Yang bermula dari cerita rakyat yang mengisahkan tentang dua orang bersahabat bernama Yin dan Yang. Mereka dikenal sebagai orang yang berbudi luhur, berjiwa besar dan penuh dengan kasih sayang. Mereka saling mengasihi meskipun keduanya memiliki filosofi berbeda terhadap ajaran agama Taoisme.

Untuk itu secara teratur diadakanlah pertemuan untuk berdiskusi, mengajukan argument tanya jawab namun perdebatan tak pernah kunjung usai, keduanya saling mempertahankan prinsip mereka sendiri. Ketika nyaris frustasi mereka mulai kehilangan kendali diri, dalam hati masing-masing mulai muncul rasa ‘akulah yang lebih benar’.

Akhirnya tercetus kata-kata Yin : ‘Ah, seandainya engkau adalah aku, tentu akan bisa memahami apa yang ingin kusampaikan, dan diskusi ini akan dapat membawa kita lebih mengerti ‘sesuatu’ itu’. Yang : ‘Hei, aku juga berpikir begitu. Tapi bagaimana cara kita saling tukar diri kita?” 

Karena memang mereka tidak dapat saling tukar diri, maka tak lama kemudian mereka menemukan pemecahan yang disetujui paling tepat. Diputuskan, Yin akan mempelajari agama/keyakinan Yang dan Yang akan mempelajari agama/keyakinan Yin. 

Dan karena mereka memang menginginkan hasil terbaik dan terbenar, maka mereka berikrar akan mempelajari dengan sepenuh hati, berusaha memahami dengan hati terbuka, tidak malah mencari-cari titik kelemahan yang akan digunakan untuk menyerang lawanny

Diputuskan, setelah 40 tahun mereka akan bertemu lagi untuk “duel sampai titik darah penghabisan”. Akhirnya, 40 tahun kemudian, Yin dan Yang yang telah semakin tua, bertemu pada senja hari di tempat terakhir mereka bertemu dahulu. Mereka saling berpandangan, tak sepatah kata pun yang terucapkan. Sinar mata mereka penuh kasih yang menghanyutkan sukma, senyum mereka begitu halus dan tulus. 

Mereka saling memeluk. Resonansi getaran jiwa mereka pada angin yang membelai, pada daun-daun yang berbisik, pada seluruh relung ruang di jagad raya ini : “Saudaraku, kau selalu dalam aku, dan aku dalam engkau.” Sejak saat itu tak ada lagi diskusi, karena dalam pelukan itu mereka mengerti tanpa mengetahui dan mendapatkan tanpa mencari.

Arti Makna dari Yin dan Yang ( Lambang Hitam Dan Putih ) 
Yin dan yang menggambarkan perputaran kehidupan dunia yang memiliki Dua arti makna: 
1. Sebagai sebuah ketentraman dan kesederhanaan dalam menjalani kehidupan nyata. 
2. Kedua adalah sebagai sebuah perputaran kehidupan dan keseimbangan hidup, artinya : 
Kehidupan manusia tidak mungkin akan selalu berada dalam satu jalan saja. Hari ini kita mengalami kesusahan, besok bisa jadi kita akan mengalami sebuah kebahagiaan. 

5 Elemen Unsur penting yang terdapat di Yin-Yang yaitu:
1. Unsur Kayu 
Unsur kayu diartikan sebagai musim semi yaitu dimulainya suatu kehidupan baru. Unsur kayu identik dengan pagi hari, timur dan angin. Unsur kayu diwakili dengan warna hijau. Dalam ilmu pengobatan, hati mempunyai unsur kayu. Dalam psikologi, unsur kayu mewakili kreativitas dan pelaksanaan 
2. Unsur Api 
Unsur api diartikan sebagai musim panas. Oleh karena itu, unsur api identik dengan siang hari, selatan dan bersifat panas. Unsur api diwakili dengan warna merah. Dalam ilmu pengobatan, jantung mempunyai unsur api. Dari segi karakter, unsur api mewakili perasaan dan emosi. 
3. Unsur Tanah 
Unsur tanah diartikan sebagai awal pagi hari. Oleh karena itu, unsur tanah identik dengan posisi tengah yang berkaitan dengan kelembaban (humidity). Unsur tanah diwakili dengan warna kuning. Dalam ilmu pengobatan, limpa mempunyai unsur tanah. Dari segi karakter, unsur tanah mewakili konsentrasi, realisme dan stabilitas. 
4. Unsur Besi 
Unsur besi diartikan sebagai musim gugur. Oleh karena itu, unsur besi identik dengan malam hari, barat dan bersifat kering. Warna putih mewakili unsur besi. Dalam ilmu pengobatan, paru-paru mempunyai unsur besi. Dari segi karakter, unsur besi mewakili kemauan keras dan kemandirian. 
5. Unsur Air 
Unsur air diartikan sebagai musim dingin. Oleh karena itu, unsur air identik dengan malam hari, utara dan bersifat dingin. Warna hitam mewakili unsur air. Dalam ilmu pengobatan, ginjal bersifat air. Dari segi karakter, unsur air diasosiasikan dengan kejernihan pikiran dan rasional.
Kelima unsur tersebut saling berinteraksi dengan saling mengisi satu sama lain. Kayu dibakar menjadi api yang kemudia
n berubah menjadi tanah (abu), tanah adalah sumber besi, zat besi adalah mineral yang dapat dicairkan, sedangkan air dapat menghidupkan pohon.

Dengan kata lain, kayu menghidupkan api, memperkuat tanah, memperkuat besi, memperkuat air dan menghidupkan kayu. 

Yin dan yang adalah suatu prinsip polaritas yang bergerak siklis dan progresif dalam mengembangkan kehidupan di dunia ini. Para Taoist mengilustrasikan prinsip ini dengan sebuah cerita menarik tentang seorang petani yang kehilangan kudanya. Di sore hari, seorang petani didatangi seorang tetangga setelah ia kehilangan kudanya. 

Tetangga itu mengatakan kepada petani bahwa ia mengalami nasib buruk. Petani tersebut mengatakan “mungkin saja.” Hari berikutnya kuda yang hilang kembali dan ia juga membawa bersamanya enam kuda liar. Tetangganya melihat hal tersebut dengan mengatakan bahwa sang petani sedang mengalami nasib baik. Petani tersebut mengatakan “mungkin saja.” Di hari berikutnya, anak sang petani mencoba menaiki salah satu kuda liar yang telah menjadi miliknya, namun ia terjatuh dan kakinya patah. 

Tetangganya kembali lagi dan mengungkapkan simpatinya atas tragedi yang menimpa anaknya. Petani tersebut kembali mengatakan “mungkin saja.” Hari sesudahnya, petugas wajib militer datang dan membawa semua anak laki-laki untuk dijadikan tentara, namun anak sang petani tidak dibawa karena patah kakinya. Sang tetangganya kembali datang dan mengungkapkan keberuntungan yang dirasakan sang petani. Petani tersebut juga mengatakan “mungkin saja.” 

Dari kisah ini, jelas sekali terlihat adanya keberuntungan dan ketidakberuntungan yang mengalir begitu saja tanpa harus dipikirkan atau direncanakan. Tidak ada yang bisa memastikan apakah sekarang atau esok manusia akan mengalami ketidakberuntungan atau keberuntungan. Semuanya Tao yang mengatur.

Dalam budaya Cina kuno, prinsip polaritas yin dan yang merupakan prinsip dasar kehidupan mereka. Kekuatan untuk dapat mempertahankan hidup dan kemudian mengembangkannya berasal dari pengolahan pengalaman dengan prinsip tersebut. Masa-masa penuh penderitaan yang terjadi tidak pernah membuat mereka kecewa atau frustasi, melainkan membuat mereka berpegang teguh pada harapan yang lebih pasti bahwa di suatu saat nanti akan ada kebahagiaan. 

Tujuan mereka mengembangkan prinsip ini adalah semata untuk mencari nafkah yaitu perhitungan dalam bertani dan bernelayan. Perhitungan ini dalam perkembangan selanjutnya berkembang menjadi pengetahuan menghitung hari, horoskop, dan lain sebagainya. Prinsip yang sudah sangat mendasar dalam kebudayaan Cina ini banyak dikembangkan oleh berbagai ajaran, terutama Taoisme. Lao Tzu tanpa memahami prinsip yin yang tidak akan mungkin mengajak manusia untuk kembali bersatu dengan alam. Yin yang dan Taoisme, secara filosofis dan praktis, bersifat saling melengkapi.

Secara literer yin,  ,dan yang, , memiliki arti sisi gelap dan sisi terang sebuah bukit. Bukit yang disinari matahari pada pagi dan siang hari akan memunculkan sisi terang dan gelap. Yin dan yang adalah dua prinsip kehidupan yang saling melengkapi, saling tergantung, saling mempengaruhi, dan saling memberikan keharmonisan dalam setiap ruang hidup yang selalu berlawanan. Yin dan yang selalu diasosiasikan dengan prinsip feminim dan maskulin, lemah dan kuat, gelap dan terang, jatuh dan bangun, bumi dan langit, dan semacamnya.

Prinsip Yin-Yang juga merupakan suatu seni kehidupan orang-orang Cina. Seni ini terletak pada usaha menjaga keseimbangan yang satu dengan yang lain yang secara alami saling berlawanan. Alan Watts, dalam bukunya Tao: The Watercourse Way, memahami prinsip ini sebagai suatu negasi dan bukan suatu kontradiksi atau konflik. Prinsip ini pada dasarnya selalu menyangkal yang lain dan tidak memerangi. 

Orang-orang Cina dapat hidup seimbang dengan prinsip ini ketika mereka memahami gerak angin, pasang surut, ombak, cuaca, dan berbagai prinsip alam lainnya. Inilah hidup seimbang mengikuti alam. Manusia tidaklah bisa melawan alam, melainkan hanya bisa mengikuti dan mematuhinya. Dalam hal ini prinsip Tao, dengan li sebagai polanya, menjadi suatu jalan.

Pokok relasi antara yin dan yang disebut sebagai hsiang sheng, ,suatu pola saling mengembangkan yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Lao Tzu dalam Tao Te Ching 2 juga mengungkapkannya.

… yang ada dan yang tidak ada saling menciptakan.
Susah dan mudah saling mendukung …
Sebelum dan sesudah saling mengikuti … 

Jadi, ada dan tidak ada, susah dan mudah, sebelum dan sesudah itu berbeda, namun tak dapat dipisahkan. Mereka adalah kesatuan yang saling tergantung. Juga, tak akan ada kemungkinan akhir di mana yang satu akan menang dari yang satunya lagi. Yin dan yang bagi Alan Watts dikonotasikan sebagai ‘lovers wrestling’ daripada ‘enemies fighting.’ Artinya yin dan yang bukan sama sekali ruang kosong, melainkan suatu ruang yang memiliki titik yang berlawanan yang saling mengisi dan melengkapi. 

Yin dan yang tidak pernah saling kalah mengalahkan, melainkan saling me-negasi seperti layaknya dua pribadi yang berlawanan jenis saling cinta. Maka dengan demikian, yin yang bukanlah suatu prinsip yang kosong sama sekali, melainkan suatu kung, suatu kekosongan yang memiliki makna. Pemahaman seperti ini sama seperti dalam Tao di mana yang ‘berwujud’ dan ‘tidak berwujud’ saling berperanan dalam mengembangkan kehidupan.

Manusia menyatukan jari-jari sebuah roda,
dan itu adalah pusat
yang dapat membuat sebuah kereta berjalan

kita bekerja dengan yang ada, 
namun yang tidak ada adalah yang kita gunakan 

Alan Watts juga menambahkan bahwa prinsip yin dan yang tidak bisa disebut sebagai suatu dualisme. Prinsip ini adalah ekspresi dualitas akan kesatuan yang implisit. Kesatuan kedua prinsip ini tidaklah saling bertentangan, melainkan ada keterikatan cinta. 

Kemudian dengan adanya prinsip ini, manusia dapat semakin menyadari kekurangan dan kelebihannya sendiri. Manusia harus tahu dan belajar bekerja sama dengan alam jika manusia mau hidup dan berkembang. Prinsip yin dan yang membuat sadar manusia bahwa manusia dan alam adalah satu dan memiliki jalan yang sama, yaitu Tao.

Semoga Bermanfaat. Share agar dibaca oleh yang lain. Terima Kasih 🤗



www.viriyashop.com (Spesialis Produk Kebijaksanaan dari Timur)

Leave a comment

Comments have to be approved before showing up