Pagoda terkenal ini adalah Leifeng Pagoda. Dahulu namanya adalah Huang Fei Ta. Pada tahun 977 tempat ini dijadikan tempat berdoa bagi perdamaian bangsa dan keselamatan orang. Qiang Chu ditugaskan untuk Raja Deng dan dia begitu mempercayai ajaran Budha dan membangun pagoda di Hangzhou, termasuk Leifeng Pagoda.

Dia membangung pagoda ini dengan memiliki ruang bawah tanah sebagai tempat peninggalan budaya yang berharga serta benda-benda persembahan yang indah seperti Ayuwang Pagoda yang terbuat dari perak murni, dan juga patung Sakyamuni. Pagoda ini memiliki penampilan budaya yang terkaya diantara pagoda karena hiasan langit-langit terbuat dari emas.

Ada pasangan kekasih lain yang kisah cintanya lebih identik dengan Pagoda Leifeng. Mereka adalah Bai Suzhen dan Xu Xien.

Kisah cinta Bai Suzhen si ular putih dan Xu Xien adalah salah satu legenda yang paling dikenal di China. Konon riwayat mereka berlatar di Hangzhou. Mereka bertemu dan jatuh cinta di tepi Danau Barat (Xi Hu). Pagoda Leifeng menjadi saksi bisu cinta mereka terenggut oleh Fahai. Pagoda ini bahkan pernah runtuh karena Bai Suzhen, berabad-abad setelah kisahnya menjadi legenda yang tersebar dari mulut ke mulut.

Singkat kata, Xu Xian dan Bai Suzhen jatuh cinta pada pandangan pertama. Kedua makhluk beda dunia itu lantas menjalin asmara dan memutuskan untuk menikah.Sementara itu, si kura-kura yang menyimpan dendam kepada Bai Suzhen telah menyelesaikan pertapaannya dan menjelma menjadi seorang biksu bernama Fahai. Fahai berniat memisahkan Bai Suzhen dan suaminya sebagai upaya balas dendam. Dia mengatur sebuah rencana licik untuk membongkar jati diri Bai Suzhen hingga akhirnya dikurung oleh Fahai di dasar Pagoda Leifeng.

Terlepas dari kaitannya dengan legenda siluman ular putih, Pagoda Leifeng memang benar-benar runtuh pada tahun 1924. Secara tak langsung, Bai Suzhen yang menjadi penyebabnya. Gara-gara legenda ular putih, Pagoda Leifeng dipercaya memiliki kekuatan penyembuh dan bisa melindungi ibu hamil dari keguguran. Akibatnya banyak warga yang mencuri batu bata dari pagoda untuk dijadikan serbuk obat. Pembangunan kembali baru dilakukan pada tahun 1999 dan rampung pada tahun 2002. Di dalam pagoda yang baru, kita bisa menemukan ukir-ukiran yang menceritakan legenda ular putih.

Bila Anda berkunjung ke Pagoda Liefeng ini, berdiri di lantai atas dan melihat pemandangan ke luar, Siapa tahu Anda dapat berjumpa dan melihat si Ular Putih, Ada yang tertarik mungkin? 

Semoga Bermanfaat. Share agar dibaca oleh yang lain. Terima Kasih

 

www.viriyashop.com (Spesialis Produk Kebijaksanaan dari Timur)

*Dicuplik dari berbagai sumber

Leave a comment

Comments have to be approved before showing up